Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Ketika Matahari Merindukan Bintang

Jika kau adalah bintang, Aku ingin bergegas bulan. Rintang menjulang tinggi Tapi kau dan aku tertantang untuk menapakinya Bersama, namun dari kejauhan Aku ingin menjadi bulan Agar kau tak lagi sendu Aku ingin mengubah malam kelabu Agar menghapus semua rindu Untuk aku menjadi bulan, Harus lalui banyak pilu Pilu menahan rindu. Nengzhr  Serang, 22 Agustus 2017

Dan kini..

Ketakutanku mulai bermunculan, Aku tak tahu, apakah itu akan menjadi akhir dari pertemuan atau bukan. Apakah itu awal dari perpisahan, atau bukan Apakah aku sanggup lagi berjalan diatas dongeng itu? Dan aku juga tak tahu, pertanda apakah ini? Apakah ini menyebutkan bahwa aku harus berjalan hanya sampai sini saja. Atau bahkan hanya berhenti sesaat dan akan berlanjut diatas keridhaan Ia Rasa cemasku semakin menjadi Entah... Perasaan darimana ini. Oh, kenapa aku ini? Apakah yang aku cemaskan? Bahkan, hatipun tak bisa menjawab. Tidak, aku tidak butuh air mata wahai hati. Aku membutuhkan penjelasanmu, jelaskan kepada ku, hati. Kenapa aku ini? Jelas, bagainanapun, aku tak boleh berharap pada manusia. Aku tak boleh berharap kepada selain Ia. Manusia... sejatinya hanya akan memberi kecewa diujungnya, jika aku yang memilih. Apakah harus ku hentikan rasa ini? Sudah terlalu jauh aku berjalan, Hingga aku akhirnya ada di titik ketakutan. Takut.. Aku akui, aku taku...