Ketakutanku mulai bermunculan, Aku tak tahu, apakah itu akan menjadi akhir dari pertemuan atau bukan. Apakah itu awal dari perpisahan, atau bukan Apakah aku sanggup lagi berjalan diatas dongeng itu? Dan aku juga tak tahu, pertanda apakah ini? Apakah ini menyebutkan bahwa aku harus berjalan hanya sampai sini saja. Atau bahkan hanya berhenti sesaat dan akan berlanjut diatas keridhaan Ia Rasa cemasku semakin menjadi Entah... Perasaan darimana ini. Oh, kenapa aku ini? Apakah yang aku cemaskan? Bahkan, hatipun tak bisa menjawab. Tidak, aku tidak butuh air mata wahai hati. Aku membutuhkan penjelasanmu, jelaskan kepada ku, hati. Kenapa aku ini? Jelas, bagainanapun, aku tak boleh berharap pada manusia. Aku tak boleh berharap kepada selain Ia. Manusia... sejatinya hanya akan memberi kecewa diujungnya, jika aku yang memilih. Apakah harus ku hentikan rasa ini? Sudah terlalu jauh aku berjalan, Hingga aku akhirnya ada di titik ketakutan. Takut.. Aku akui, aku taku...