Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017
Gambar
Aku tak mengerti Bagaimana mendeskripsikan rasa Yang entah dari mana dan untuk siapa Angin, sedalam inikah rasa? Mengapa tak bisa sekali saja Untuk berdamai dengan angan Berpurapura, aku tak kuasa Berdiam? Ah,  ya, sudah biasa. Lagilagi Sesak sedang kurajut Perih sedang kutanam. Baros, 28 Desember 2017
Gambar
Jalan raya masih setia Temani deras nafas yang kuhela Mereka adalah pohon menjulang Sedang aku hanya rumput tak berkawan dengan angin. Daun menepis halus Awan menangis pelan Aku semakin jatuh Mereka semakin jauh Nengzhra Baros, 21 Desember 2017

Damai Dunia

Gambar
Berseru menyebut nama Dia Sang Maha Esa Bergejolak semangat jiwa Memimpikan damai dunia Awan ikut berkata Panas semesta layaknya panas jiwa Melihat perlakuan dia! Angin sesekali meniup gemuruh di dada Gerimis memadamkan amarah kita. Ribuan raga bergerak sama. Satu arah Satu tujuan Satu cita-cita Damai dunia. . . Nengzhra Baros, 18 Desember 2017

Haruskah aku marah pada takdir?

Gambar
Matahari membakar malam Langit biru menghapus kelam Awan putih menambah ketenangan. Bintang saling pergi, Berganti burung camar Berkejaran di atas cakrawala. Semesta menyapa, pada tanah yang sedikit basah pada air yang masih mengalir pada embun yang berselimut di balik daun Daun memberikan kesejukan Tapi angin sering menghantam dengan kejam. Hingga terluka satu per satu. “Haruskah aku marah pada takdir?” Neng zahra Baros, 09 Desember 2017

Rinduku sebuah sesak

Hadir selewat senyum dalam sunyi Tak terpikirkan sebelumnya Tak pernah kumengundangnya dalam ingatan Rasaku,  entah apa ini namanya. Rinduku teramat dalam Rinduku tak tertahankan Tapi, Bagaimana cara menjelaskan rasa yang entah milik siapa? Aku semakin sesak Rinduku hanyalah sesak.  Neng Zahra Serang, 08 Desember 2017

Dusta!

Tinta hitam Pekat dalam dada Penuh kepalsuan Penuh kenistaan. Wajahwajah para pendusta Ramai, dijadikan idola Mulut dan hati Tak lagi seirama Neng zahra Baros, 04 Desember 2017