Haruskah aku marah pada takdir?

Matahari membakar malam
Langit biru menghapus kelam
Awan putih menambah ketenangan.
Bintang saling pergi,
Berganti burung camar
Berkejaran di atas cakrawala.
Semesta menyapa,
pada tanah yang sedikit basah
pada air yang masih mengalir
pada embun yang berselimut
di balik daun
Daun memberikan kesejukan
Tapi angin sering menghantam dengan kejam.
Hingga terluka satu per satu.

“Haruskah aku marah pada takdir?”


Neng zahra
Baros, 09 Desember 2017

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bolehkah kau bersamaku?